Islam Adalah Satu-Satunya Agama Yang Diridhoi Allah SWT

Kesempurnaan Islam

Manusia yang beruntung adalah manusia yang hidup di dunia ini, dan mengenal Tuhan dengan benar. Tidak hanya mengenalnya, tetapi juga mengimani dengan sepenuh hati, dan selanjutnya mengikuti dan menjalankan semua perintah-Nya serta meninggalkan dan menjauhi segala larangan-Nya. Dengan demikian, tugas terpenting umat manusia (yang ber-Tuhan) di dunia ini adalah dalam rangka mengikuti dan menjalankan semua perintah-Nya serta meninggalkan larangan-Nya. Dalam bahasa Islam disebut amar makruf nahi munkar.

Menurut ajaran Islam, tidak semua umat manusia yang ber-Tuhan itu dijamin akan masuk surga, meskipun dalam hidup dan kehidupannya sehari-hari ia selalu berbuat kebajikan kepada sesame umat manusia. Hanya orang-orang tertentu sajalah yang menurut Islam dijamin oleh Allah SWT akan masuk surge. Orang-orang yang dimaksud adalah mereka yang bersahadat, yakni mengakui dan mengimani Allah SWT sebagai satu-satunya Tuhan (Yang Maha Esa) dan meyakin Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul akhir zaman, serta mengakui Al-Qur’an sebagai kitab sucinya. Orang-orang yang meyakini dan menjalankan ketiga hal pokok itu disebut Muslim. Di luar itu, semua orang tidak mendapatkan jaminan akan masuk surge. Inilah keyakinan yang seharusnya tertanam kuat di dalam hati seorang Muslim.
Perhatikan Firman Allah berikut:

“…Pada hari ini, telah Aku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhoi Islam itu menjadi agama bagimu…” (Q.S. al-Maidah [5]:3)

Tantangan Internal dan Eksternal

Meskipun Allah SWT telah menjamin kesempurnaan Islam serta meridhoi Islam sebagai agama yang paling sempurna dan paripurna, namun umat Islam tidak boleh lengah, apalagi lupa diri. Sebab, terdapat berbagai ancaman dan tantangan, baik yang dating dari dalam umat Islam sendiri (internal) maupun dari luar umat Islam (eksternal). Di antara tantangan dan ancaman yang datang dari dalam umat Islam itu misalnya adalah fenomena aliran-aliran sesat yang beberapa tahun terakhir banyak bermunculan di Negara yang di kenal berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini. Tentu, masih banyak lagi ancaman dan tantangan yang bersifat internal.

Sementara itu, ancaman dan tantangan yang datang dari luar umat Islam adalah adanya upaya-upaya sistematis dan terprogram yang dilakukan oleh non-Islam yang murni (yang bersumber pada Al-Qur’an dan hadits) serta memporak-porandakan ukhuwah Islamiyah (persatuan dan kesatuan umat Islam), khususnya di Indnesia.

Adalah nash Al-Qur’an yang sejak awal telah mensinyalir, bahwa umat non-Islam (seperti Yahudi dan Nasrani) selamanya tidak akan ridho, jika di muka bumi ini ada umat manusia yang menganut agama-agama lain selain Yahudi atau Nasrani. Sebaliknya, mereka akan senang dan tenang, bahkan akan berhenti menjalankan tugas misionaris, jika seluruh umat manusia yang hidup di bumi ini menganut agama seperti yang mereka anut, yakni agama Yahudi dan Nasrani.
Hal tersebut senada dengan Firman Allah berikut:

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti mereka. Katakanlah, “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang benar”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Q.S. al-Baqarah [2]: 120)

Sebagai perbandingan, perhatikan juga “Ayat Amanat Agung” yang terdapat di dalam Al-Kitab (Bibel) berikut:
“Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa murid-Ku, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dan Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Ku-perintahkan kepadamu.” (Matius 28: 19-20)

Semangat yang dilahirkan dari “Ayat Amanat Agung” inilah sesungguhnya yang mendorong umat Nasrani di seluruh dunia menjalankan misi Kristenisasi, khususnya di Indonesia maupun di seluruh pelosok dunia. Tidak bias dibantah, bahwa Al-Kitab (Bibel) telah membebani Gereja atau lembaga Kekristenan untuk melakukan misi penyebaran agama (religion speading) demi memperbesar populasi umat Kristen dengan berbagai cara. Target utamanya adalah bagaimana semua umat manusia menjadi murid Yesus.

Khusus di Negara kita Indonesia, terhitung sejak tahun 2005 yang lalu, pihak Gereja telah merubah nama gerakan “Kristenisasi Indonesia” menjadi “Tranformasi Indonesia”. Tetapi, intinya sama saja, yakin bagaimana mengkristenkan umat-umat agama lain, terutama umat Islam Indonesia. Terhadap upaya-upaya Kristenisasi atau Transformasi Indonesia semacam ini, umat Islam Indonesia harus jeli dan mencermatinya secara serius. Selanjtunya, harus juga menetapkan langkah-langkah antisipasi yang tepat dan bias disosialisasikan kepada umat Islam di seluruh pelosok tanah air. Karena jika tidak,maka jadi umat Kristen, baik secara kuantitas (jumlah populasi umat) maupun kualitas akan mengalahkan umat Islam, khusunya di bumi Indonesia ini.

Dalm konteks tersebut, menjadi menarik untuk dicermati data dan fakta yang berhasil diteliti, diungkap serta dirilis oleh Forum Arimatea. Forum Arimatea sendiri menjamin, bahwa data dan fakta yang dipublikasikannya adalah benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Satu diantara berbagai data dan fakta yang dimaksud adalah kasus Pemilihan Kepal Daerah (Pilkada) di Kalimantan Tengah yang melibatkan misi Gereja (Tranformasi Indonesia). Bagaimana mungkin umat Islam mencapai 70% dapat dikalahkan oleh kekuatan non-Islam (Kristen)? Lihatlah, bahwa Gubernur Kalimantan Tengah adalah seorang Kristen yang bernama Agustin Teras Narang, S.H. Kemudian ketua DPRD yang terpilih adalah kakanya sendiri yang juga beragama Kristen, yaitu Aries M. Narang, S.E. Tidak hanya itu, walikota Palangkaraya (Ibukota Kalimantan Tengah) adalah juga orang Kriste, Tuah Pahoe. Pada saat yang sama, masih menurut data dan faktayang dirilis oleh Forum Arimatea, Pejabat-pejabat yang beragama Islam, mulai dari tingkat propinsi sampai ke tingkat paling bawah, pelan tapi pasti, satu per satu dicopot dari jabatannya dengan berbagai macam cara dan alas an, kemudian diganti oleh ornag-ornag dari golongan mereka (Kristen).

Sukses kaum Kristen dalam menduduki posisi strategis, baik sebagai Gubernuar maupun Bupati tidak hanya terjadi di Kalimantan Tengah, melainkan sudah berhasil juga Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Sumatera Utara, NTT, Sulawesi Utara, Ambon, Papua dan Papua Barat.
Untuk diketahui juga, bahwa Ruyandi Hutasoit, Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (PDS) dalam sebuah pertemuan Elite Partai PDS di Surabayatahun 2005 pernah menyatakan seperti berikut: “Sudah saatnya kita (umat Kristen) harus menguasai struktur dan system. Walaupun kita tidak menguasai massa, tapi kalau kita kuasai system itu, disini kita (umat Kristen)punya tnatangan yang besar. Dan salah satu yang kita garap adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).”

Marilah kita membuka mata, hati dan telinga kita mulai dari sekarang. Mengapa KPK banyak menangkap tokoh-tokoh Islam, seperti Mantan Menteri Agama Said Agil Husin Al-Munawar, Mantan Menteri Kelautan Rokhmin Dahuri dan masih banyak lagi tokoh-tokoh Islam yang lain? Apakah mereka murni ditangkap jarena betul-betul telah tebukti melakukan kesalahan yang fatal, ataukah karena ada “scenario besar” di balik itu, yakni dalam rangka membangun opini negative tentang citra Islam di ranah public? Sebagai umat Islam kita dituntut mampu bersikap cerdas dalam melihat dan menganalisa berbagai peristiwa yang etrjadi di bumi Indonesia ini.

Umat Islam Tidak Boleh “Buta Politik”

Dalam konteks inilah, maka umat Islam tidak boleh “buta politik”. Bahkan bila perlu harus “turun gunung” dan aktif bermain politik demi merebut kemenangan perjuangan Islam. Tentu permainan polotik yang dimaksud –meminjam istilah Prof. Dr. H. M. Amien Rais—adalah politik tingkat tinggi (high politic), yakni politik yang santun, yang menjunjung tinggi etika moral, bukan politik tingkat rendahan (low politic) yang lebih mengandalkan kekuatan fisik dan saling menfitnah, baik kepada sesame kawan maupun lawan.

Disisi yang lain, yang juga tidak boleh ditinggalkan adalah, bahwa umat Islam Indonesia hatus memiliki kesadaran akan pentingnya mempelajari masalah Kristologi. Bahkan H. Syamsul Arifin Nababan, seorang mu’allaf yang juga Mantan Pendeta mengatakan, bahwa mempelajari masalah Kristologi bagi umat Islam hukumnya adalah fardhu kifayah.

Artinya, harus ada sekelompok umat Islam yang memiliki kesadaran untuk mempelajarinya, untuk kemudian diinformasikan kepada umat Islam yang lain. Karena dengna mengetahui dan menguasai masalah Kristologi, maka umat Islam akan bias dan mampu menghadapi gerakan (Tranformasi Indonesia) secara baik dan tepat sasaran.

Yang juga tidak kalah pentingnya, bahwa informasi seputar gerakan Kristenisasi Indonesai atau Tranformasi Indonesia dengan berbagai variannya juga harus dipopulerkan di kalangan umat Islam secara Komprehensif, khususnya kepda para aktifis pergerakan Islam dan Ormas-ormas Islam serta di Masjid-masjid agar mereka memahami gerakan tersebut.

Pada akhirnya kita berharap, umat Islam Indonesia memiliki kesadaran kolektif untuk bersatu “melawan” gerakan Kristenisasi atau Transformasi Indonesia yang menjadikan umat Islam Indonesai sebagai “target utamanya.”

Khusus bagi orang-orang Islam yang saat ini diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk menduduki posisi strategis dan sedang menjabat di dalam pemerintahan, baik secara Eksekutif, Legislatif maupun Yudikatif, ataupun di tempat-tempat lain, tanpa maksud menggurui, kiranya catatan-catatan sederhana ini bias dijadikan pijakan untuk melangkah dan mengambil keputusan penting dalma rangka membela agama Allah agar Islam dan umatnya tidak dipermainkan oleh umat agama lain. Semoga***

Iklan

8 comments on “Islam Adalah Satu-Satunya Agama Yang Diridhoi Allah SWT

  1. tapi tetep dalam sejarah dari dulu presiden dan menteri agama di indonesia di pegang oleh umat Islam..itu fakta dan tak boleh terganti di bumi ini..
    dengan seiringx waktu penyebaran Islam tidak sekeras pada saat Rasulullah menyebarkan agama Islam di mekkah dan di madinah, tapi saya berharap semangatx tetep sama pada saat jaman Rasulullah..

    • Maka dari itulah kita sebagai generasi penerus bangsa yang mayoritas beragama Islam, harus bisa membawa bangsa dan agama kita berjaya di dunia. Entah kapan itu bisa terjadi, Insya’Allah kalo kita bertekad dengan sungguh2 dan mau memulainya dari sekarang, Indonesia akan menjadi peradaban Islam termaju di dunia modern saat ini dan untuk kedepannya… Amin…

  2. Persatuan dan kesatuan islam harus dipupuk dan dibudayakan. Hati2 terhadap musuh2 islam yg kerap menggunting dalam lipatan. Mereka (kristen) tidak kenal tentang haram, apapun akan dilakukan demi mencapai tujuannya. Banyak cara dan tipu muslihat yang mereka lakukan untuk mempengaruhi umat, seperti iming2 sembako… Cara mereka sangat licik, dan terorganisir. Kekuatan islam akan terbentuk dari cara kaum muslim sendiri. Kaum muslim cerai berai karena banyak yg tidak begitu peduli dengan sesama saudara seiman. Tidak ada kepedulian dengan mereka2 yg hidupnya di bawah garis kemiskinan. Yang kaya makin kaya, dan yg miskin makin melarat. Mengapa tidak dibangkitkan lagi sikap dan cara hidup tolong-menolog ? Bersedekah, menyantuni anak yatim dan kaum miskin papa, serta kaum keluarga terlantar yg hidupnya penuh tanda tanya.

    Peluang inilah yg memberi ruang pada mereka bagi terwujudnya kristenisasi atau transformasi itu. Mengapa kita tidak berpikir dan berusaha kembali untuk menutup celah ruang itu ? Bukankah tiap2 musuh islam akan memanfaatkan sisi kelemahan lawan seperti tersebut di atas.

    Buka mata hati dan pikiran. Mari secara bersama-sama kita galang kembali untuk mempersempit ruang gerak mereka (kristenisasi) di wilayah muslim Indonesia. Jangan hanya bisa prihatin tapi tidak ada langkah2 nyata dalam usaha. Kaum tertindas mungkin tidak butuh ceramah dan ucapan suka duka. Mereka perlu bukti kepedulian kita pada mereka. Mereka butuh makan, sandang dan kebutuhan hidup layaknya manusia yg bisa hidup normal…

    Saya mungkin hanya salah satu orang dari sekian banyak orang yg termasuk prihatin akan keadaan ini. Janganlah mengaku muslim tapi bersikap munafik bagi saudara2nya seiman.

    Kemunafikan adalah yg sedang terjadi dan sedang meraja-lela di negeri ini. Belum dikatakan beriman seorang muslim jika belum dapat menyisihkan sebagian dari hartanya bagi orang2 yg mematuhkan !

  3. orang-orang non muslim pun juga mempelajari tentang aturan, hukum, dan perintah-perintah agama Islam yang tertulis di dalam Al-Qur’an dengan tujuan ingin menjatuhkan agama Islam…..

    • Saudaraku, niat buruk mereka para musuh Islam tidak akan bisa menjatuhkan kebenaran Al-Qur’an dan Agama Islam Yang diridloi Alloh SWT. Mereka hanya menyia-yiakan hidup bila hanya itu yang mereka (musuh Islam) kerjakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s