Akhir Riwayat Sang Ahli Ibadah yang Tragis

“Bahwasanya seseorang dari kalian itu dikumpulkan penciptaannya dalam kandungan ibunya 40 hari (masih berwujud air mani), kemudian menjadi segumpal darah selama 40 hari juga, kemudian menjadi segumpal daging selama 40 hari juga. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat, lalu ia meniupka roh di dalam tubuhnya dan ia diperintahkan empat hal, yaitu menuliskan ketetapan tentang rezekinya, ajalnya, amalnya, dan menjadi orang celaka atau bahagia. Maka, demi Allah, tiada Tuhan selain-Nya, sesungguhnya salah satu dari kalian pasti beramal dengan amal penduduk surge, sampai jarak antara dirinya dan antara surge hanya ada satu dzira’ (setengah lengan tangan), kemudian ia didahului catatan kitab, lalu ia beramal dengan amal penduduk neraka, maka ia memasukinya, dan sesungguhnya salah satu dari kalian pasti beramal dengan amal penduduk neraka, sampai jarak antara dirinya dan antara  neraka hanya ada satu dzira’ (setengah lengan tangan), kemudian ia didahului catatan kitab, lalu ia beramal dengan amal penduduk surge, maka ia memasukinya.”

(H.R. Bukhari dan Muslim)

Dikisahkan tentang seorang abid (ahli ibadah) bernama Barsisa. Doanya selalu dikabulkan. Orang-orang mendatanginya untuk mohon pengobatan penyakt. Jika ia berdoa, penyakit si pasien pun sembuh.

Melihat ketaatan Barsisa, muncul niat jahat iblis untuk menyesatkannya. Iblis pun memanggil para setan dan berkata, “Siapakah yang dapat membuat fitnah orang ini? Sebab, ia telah membuat lelah kalian.”

Setan Ifrit berkata, “Saya yang akan memfitnahnya. Jika aku tidak dapat memfitnahnya, aku bukan kekasihmu lagi.” Iblis berkata, “Laksanakan!”

Setelah itu, pergilah setan Ifrit ke salah satu rumah para Raja Bani Israil yang memiliki anak perempuan tercantik. Perempuan itu terlihat sedang duduk bersama orang tua dan saudara-saudaranya. Kemudian, Ifrit membuatnya menjadi hamil. Keluarga si perempuan pun kaget bukan main. Akhirnya, perempuan tersebut menjadi seperti orang gila selama beberapa hari.

Kemudian, Ifrit mendatangi mereka dalam bentuk manusia dan berkata, “Jika kamu semua ingi menyembuhkannya, pergilah ke Barsisa. Ia akan menjaga dan mendoakannya.”

Akhirnya, mereka berangkat ke rumah Barsisa. Barsisa pun mendoakannya. Akhirnya, sembuhlah si perempuan tersebut. Sayangnya, setelah kembali ke rumah, penyakit gila si perempuan kambuh kembali.

Si setan datang lagi dan berkata, “Jika kamu ingin menyembuhkan perempuan ini, jadikan ia bersamanya (Barsisa) selama beberapa hari.”

Kemudian, mereka berangkat untuk menempatkan perempuan itu bersama Barsisa. Namun, Barsisa menolaknya. Akan tetapi, mereka terus meminta dan meninggalkan si perempuan di rumah Barsisa. Sepanjang malam, Barsisa berpuasa dan bersujud kepada Allah.

Suatu ketika, Barsisa duduk untuk memberi perempuan itu makan. Tiba-tiba, si perempuan Bani Israil yang masih menderita gila membuka penutup wajahnya. Barsisa pun lama tertegun melihat kecantikannya.

Kemudian, pada lain waktu, Barsisa melihat wajah dan seluruh tubuh si perempuan. Karena tidak dapat menahan hawa nafsu, Barsisa pun menghamilinya.

Lalu, setan Ifrit mendatanginya, “Sesungguhnya engkau telah menghamilinya. Tidak ada yang menyelamatkanmu dari hukuman raja atas perbuatanmu, kecuali engkau membunuh dan menguburnya. Jika mereka bertanya kepadamu tentang dirinya, jawablah bahwa dia sudah meninggal. Mereka pasti akan mempercayaimu.”

Setelah mendengar bujukan setan, Barsisa langsung berdiri dan membunuhnya. Kemudian, dikuburlah jasad si perempuan.

Suatu hari, keluarga si perempuan datang dan bertanya kepadanya. Ia pun memberi informasi bahwa anak mereka sudah meninggal. Mereka pun mempercayainya dan pulang.
***

Dalam riwayat lain, dikisahkan bahwa Barsisa mejawab bahwa anak perempuan mereka sudah sembuh dan pergi ke rumahnya. Mereka pun mempercayainya dan pulang.

Kemudian, setan memberikan informasi bahwa Barsisa telah menghamilinya. Tapi, khawatir ketahuan, ia pun membunuh dan menguburnya.

Akhirnya, sang raja datang bersama bawahannya menemui Barsisa. Mereka pun menggali tanah dan menemukan mayat perempuan itu dalam keadaan telah menjadi mayat.

Akhirnya mereka menangkap sang pendeta, lalu memasungnya. Saat itu datanglah setan dan berkata, “Sebenarnya akulah yang melakukan sesuatu yang kamu lakukan itu. Aku akn menyelamatkanmu jika kamu mau bersujud kepadaku satu sujud saja selain kepada Allah. Aku akan mengabari mereka bahwa yang membunuhnya bukan kamu. Mereka akan mempercayaiku.”

Barsisa pun berkata, “Bagaimana akau bersujud dalam keadaan seperti ini.”

Si setan berkata, “Aku senang jika kamu memberikan isyarat dengan kepalamu.”

Akhirnya, dengan melakukan perintah setan, Barsisa pun sujud kepada setan dengan satu kali sujud. Setan yang terlihat gembira berkata, “Aku berlepas diri dari kamu.” Itulah firman Allah dalam QS. Al-Hasyr 16 – 17:

“(Bujukan orang-orang munafik itu) seperti (bujukan) setan ketika ia berkata kepada manusia, ‘Kafirlah kamu!’ Kemudian, ketika manusia itu menjadi kafir ia berkata, ‘Sesungguhnya aku berlepas diri kamu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.’ Maka kesudahan bagi keduanya, bahwa keduanya (masuk) ke dalam neraka, kekal di dalamnya. Demikian balasan orang-orang zhalim.” (QS. Al-Hasyr: 16 – 17)

Naudzubillahimindzalik….. @

Iklan

2 comments on “Akhir Riwayat Sang Ahli Ibadah yang Tragis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s