Menegakkan Jihad Bersama Al-Qur’an

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Allah tidak membiarkan orang-orang Islam dihancurkan oleh orang-orang kafir. Oleh sebab itu, Allah menyuruh mereka untuk berjuang mengangkat senjata demi mempertahankan kebenaran Islam di muka bumi. Ini adalah perjalanan berharga dari Allah bahwa usaha kerja sangat berpengaruh terhadap kebesaran Islam. Jangan sampai Islam diremehkan dan dilecehkan oleh orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Islam harus ditegakkan harga diri dan kehormatannya. Banyak sekali ayat Al-Qur’an yang menjelaskan hal ini.

“Hai orang yang berkumpul (berselimut). Bangunlah lalu berilah peringatan! Dan Tuhanmu agungkanlah! Dan pakaianmu bersihkanlah. Dan perbuatan dosa tinggalkanlah.” (QS. Al-Muddatsir: 1-5)

“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan. Rabb mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhaan dan surge, mereka memperoleh di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al-Taubah: 20-22)

“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Anfal: 39)

“Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. At-Taubah: 41)

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka, kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang tambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal: 60)

Hebatnya lagi, di dalam perang menghadapi orang kafir dan munafik ini, Islam memberikan dorongan besar agar mereka mengalahkan mereka dengan hitungan satu banding sepuluh. Ini menandakan bahwa umat Islam harus menjadi umat pemberani, kuat fisik dan mentalnya, serat pantang mundur di medan laga demi memperjuangkan Islam.

“Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang sabar di antaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu daripada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidaak mengerti. Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang kafir; dan di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ribu orang, dengan seizing Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Anfal: 65-66)

Allah mengancam orang-orang yang tidak mau berjuang di jalan Allah sebagai orang-orang yang diragukan keimanan dan ketakwaannya. Allah akan menurunkan cobaan bagi mereka.

“Katakanlah, ‘Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.’ Dan Allah tidak memberi [etunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At-Taubah: 24)

Ajaran jihad membuktikan bahwa Allah tidak membiarkan umat Islam dihabisi orang kafir dengan pasrah total. Mereka diwajibkan mengangkat senjata melawan kesombongan dan kebengisan orang kafir sampai titik darah penghabisan. Pertolongan Allah ada di dalam perjuangan mereka, bukan di dalam kemalas, malasan dan kepasifan. Jika malas dan tidak mau berjuang, Islam akan hancur dengan sendirinya, terutama jika diserang orang kafir dan munafik.

Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya terlibat aktif di dalam perang Badar, Uhud, Khandaq, dan lain-lain. Mereka berani mempertaruhkan nyawanya. Nabi Muhammad sebagai Rasul terbaik saja terjun ke medan laga, apalagi dengan kita. Pantaskah kita duduk bersila, bertepuk tangan, membiarkan Islam dihancurkan orang kafir dan munafik? Tentu tidak. Perilaku ini yang sangat dibenci Islam. Lebih buruk lagi jiak beralasan menyerahkan semua pada takdir Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s