Tanya Jawab Tentang Penyusunan Al-Qur’an

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sejarah penyusunan Al Qu’ran

Foto satu dari dua mushaf tertua yang masih ada, yang disimpan di Istanbul. Perhatikan tulisannya Arab gundul. Tanda baca dalam penulisan Qur’an baru muncul belakangan.

Kenapa tidak ada Al Qur’an di jaman nabi Muhammad SAW masih hidup?

Wahyu Al Qur’an diturunkan secara bertahap sepenggal-sepenggal selama 22 tahun (610M sd 632M) kepada nabi Muhammad SAW sampai menjadi lengkap, hanya beberapa hari sebelum nabi meninggal. (saat itu kondisi nabi Muhammad sudah sakit keras)
Tapi dimasa nabi, ayat dan surat Al Qur’an sudah dikumpulkan dalam bentuk hapalan dan ditulis dalam lebaran2 oleh para sahabat, bahkan sebagian didiktekan langsung oleh nabi Muhammad kepada para sahabat untuk ditulis. (nabi Muhammad sendiri tidak bisa baca dan menulis maka dibantu oleh para sahabat, dan lembaran2 yg didiktekan lsg disimpan di rumah nabi Muhammad)
Setelah nabi meninggal, Al Qur’an sudah lengkap dalam bentuk hapalan dan lembaran2 tulisan. (Banyak sahabat nabi yang menghapal Al Qur’an secara lengkap)

Kalo lengkap setelah nabi meninggal, kenapa para sahabat bisa nyusun surat2 dlm Al Quran sebagai buku?

Pada saat turunnya ayat2 Al Quran kepada nabi Muhammad, nabi sendiri memberikan instruksi untuk pengaturan susunan ayat2-nya kepada para sahabat. Dan ini diperjelas dan dihapalkan oleh para sahabat karena pembacaan harian Al-Qur’an dalam shalat di masjid yang dengan Nabi sebagai imamnya dan pengajian2 di tempat lain yang dipimpin oleh nabi.
Juga tersebut dalam hadist
Disebutkan dlm hadist Bukhari Muslim, Malaikat Jibril selalu membacakan Al Qur’an dengan nabi setahun sekali selama I’tikaf 10 hari pada bulan ramadhan, tetapi Jibril membacakannya dua kali dengan nabi di tahun dia meninggal. Nabi biasa tinggal di i’tikaf selama sepuluh hari setiap tahun di bulan Ramadan, tapi pada tahun kematiannya, nabi tinggal di i’tikaf selama dua puluh hari.
Jadi yang mengatur urutan surat dan ayat dlm Al Quran adalah nabi Muhammad sendiri dan dievaluasi oleh Malaikat Jibril setiap bulan ramadhan.

Kenapa Al Qur’an dibukukan?

Setahun setelah nabi meninggal, di masa Khalifah ABu Bakar, terjadi perang Yamama yg mengakibatkan beberapa penghapal Al Qur’an meninggal. Untuk menjaga Al Qur’an agar terjaga kelengkapannya maka berdasarkan anjuran dari Umar bin Khatab, Abu Bakar memerintahkan Zaid bin Tshabit untuk mempersiapkan satu salinan Al Qur’an lengkap.
Zaid bin Tshabit menyatukan semua wahyu baik dari hapalan maupun sumber tertulis dan menuntut dua orang saksi untuk masing-masing bagian menjadi sebuah suhuf yg lengkap. (Suhuf disini berupa Al Qur’an dlm bentuk lembaran2 yg sudah tertata rapi dan lengkap). Suhuf tersebut disimpan oleh Abu Bakar.
Jadi hanya 1 tahun setelah meninggalnya nabi Muhammad, Alquran sudah tersusun lengkap dlm bentuk Suhuf. (disebut suhuf karena terbuat dari lembaran2 kulit binatang. Pada jaman itu belum ada kertas, dan belum berbentuk buku.)
Dimasa Khalifah Umar, Suhuf tersebut disimpan oleh Khalifah Umar yang kemudian setelah meninggal disimpan oleh anaknya Hafsa.
Dimasa Khalifah Utsman, perbedaan serius mencuat antara Muslim tentang bacaan yang benar dari Al Qur’an. Utsman memerintahkan Zaid bersama dengan tiga Sahabat lainnya untuk menyiapkan salinan dari suhuf yang disimpan oleh Hafsa. Zaid dan tiga sahabat kemudian mempersiapkan sejumlah salinan langsung dari suhuf tersebut dan mengirimnya ke berbagai daerah muslim untuk menjadi acuan dan menggantikan bahan2 lain yg beredar. Suhuf Asli kemudian disimpan kembali oleh Hafsa.
Dari salinan ini, ada lima salinan Al Qur’an yg terkenal, yg dikirim ke Mekah, Madinah, Damaskus, Kufa, dan Basra.

Katanya Al Qur’an yg sekarang sudah tidak murni?

Dua salinan Al-Qur’an yg dibuat semasa Khalifah Utsman, masih tersedia sampai hari ini bagi siapapun yang ingin membandingkan salinan Al-Qur’an dulu dan sekarang.
1. Salinan yg berada di masjid al-Hussain di Cairo, Mesir.
2. Salinan yg berada di Tashkent, Uzbekistan.
Dan anda akan menemukan bahwa Al Qur’an terjaga keasliannya.

Salinan Al Qur’an Tashkent, Uzbekistan

Al Qur’an yg tidak sesuai dgn cetakan resmi adalah PALSU dan TIDAK DAPAT DIPERTANGGUNG JAWABKAN SEJARAHNYA.
Beberapa salinan Al Qur’an seperti: Mushaf Ibn Mas’ud (d. 33/653), Mushaf Ubay bin Ka’b (d. 29 H/649) dan Mushaf Ibn ‘Abbas (d. 68H/687) adalah salinan yg tidak lengkap, atau urutan suratnya tidak benar menurut ajaran nabi, dan bahkan ada beberapa hadist yg dimasukkan sebagai ayat.

Jadi kesimpulannya: Al Qur’an telah terjaga keasliannya, dan janganlah kita umat muslim terpecah belah.

Iklan

3 comments on “Tanya Jawab Tentang Penyusunan Al-Qur’an

  1. Assalamu’alaikum..sebelumnya mohon maaf apabila kurang berkenan, saya bermaksud mengundang pengelola blog ini khususnya, umumnya rekan-rekan muslim pengelola blog lainnya untuk bergabung dalam komunitas Persaudaraan Blogger Muslim di Facebook (http://www.facebook.com/PersaudaraanBloggerMuslim) sebagai ajang silaturahmi maupun diskusi bagi para pengelola blog yang masih mempertimbangkan ajaran Islam dalam penyajian blognya. Terima kasih.
    Wassalam

  2. Atas perintah Nabi saw., Al Qur’an ditulis oleh penulis-penulis wahyu di atas pelepah kurma, lempengan batu, daun lontar, kulit atau daun kayu, pelana, potongan tulang belulang binatang. Semuanya ditulis teratur seperti yang Allah wahyukan dan belum terhimpun dalam satu mushaf. Namun nabi hanya memberi isyarat tentang peletakan surat dan urutan ayat, sebagaimana hadist nabi yang di riwayatkan oleh ibnu abbas bahwa: saat Allah menurunkan kepadanya surah, maka nabi menyeru kepada sebagian penulis (Al-qur’an) sembari berkata: letakkanlah surah ini pada maudhu’ yang di sebutkan di dalamnya seperti ini dan seperti itu. (H.R. ahmad(1/56), Abu Daud, dan Tirmidzi, namun syeikh Ahmad Syakir dan Al-Bani mendhoifkannya)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s