Kisah Sang Produser Film Holywood Yang Masuk Islam

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Weeks In Gramm mengatakan, “Kenapa aku masuk Islam? Kenapa pula aku menjadikan Islam sebagai agamaku? Hal itu karena aku yakin bahwa Islam adalah agama yang memberikan kedamaian dan ketenangan dalam jiwa, menginspirasi kepada manusia akan kesabaran dan ketentraman hati serta kenyamanan dalam hidup. Ruh Islam telah merasuk dalam jiwaku, sehingga merasakan nikmat iman terhadap ketetapan Alloh dan tidak mempedulikan efek-efek materialism berupa kelezatan dan rasa sakit.

Aku memberikan pernyataan ini bukan sekedar karena perasaan sesaat yang melintas dalam pikiranku. Bahkan sebaliknya, aku telah mempelajari agama Islam selama dua tahun dan akau tidak menjadikannya sebagai agama kecuali setelah melewati pengamatan hati yang begitu mendalam dan psiko analisa yang panjang. Aku tidak mengganti agamaku selain agar bisa mendapatkan ketenangan dari hiruk-pikuk kehidupan yang gila dan agar merasakan nikamat kenyamanan dalam naungan kedamaian dan perenungan. Jauh dari derita kesediahn dan nestapa yang disebabkan ketamakan dalam mencari keuntungan dan kerakusan terhadap materi yang telah menjadi ‘tuhan’ serta cita-cita manusia. Tatkala telah masuk Islam aku mampu melepaskan diri dari cengkeraman rayuan, tipuan kehidupan yang batil, minum-minuman, narkotika dan gila music jazz band. Ya, ketika masuk Islam berarti akau telah menyelamatkan pikiran, akal sehat dan kehidupanku dari kehancuran dan kebinasaan.

Saat itu, ada seorang lelaki Arab yang tinggi dan berwibawa berdiri di atas menara dan mengumandangkan adzan sholat untuk diambil gambarnya dalam kaset filmku. Manakal ia dalam keadaan seperti itu dan kru kamera tengah mengambil gambar pemandangan tersebut, sementara aku berdiri disini memperhatikan semuanya, tinggi rendah suaranya menembus relung hatiku.

Tatkala kami selesai dari peroses pengambilan gambar, aku memanggil lelaki Arab itu ke kantorku. Aku mulai menanyainya secara mendetail tentang agama Islam. Setelah itu, aku memeluk Islam dan mengerjakan sholat bersamanya. Perlahan-lahan aku merasakan kepuasan jiwa menyelimutiku. Aku mulai merasakan kebahagiaan dan membenci segala ambisi yang telah mengekang jiwaku.

Setelah kejadian tersebut, tibalah hari yang aku yakini bahwa aku tidak akan bisa menyelaraskan antara profesi filmku dan agama Islamku. Harus ada salah satu yang hilang. Ada pergolakan jiwa yang hebat, “Haruskah aku mengorbankan profesi dan masa depan demi agamaku atau aku korbankan agamaku demi masa depanku?” Demikianlah, aku terus begadang malam demi malam, berbaring di atas ranjang sedang kedua mataku enggan terpejam sampai pagi memikirkan jalan keluar permasalahan ini. Hingga datanglah jawaban dari Alloh kepadaku.

Aku harus meninggalkan profesi filmku dan menjauhi segala tipu daya dan rayuan Holywood. Sungguh hal itu benar-benar pedih bagi diriku, namun pada akhirnya aku mengambil keputusan masalah ini saat sedang melakukan shooting film di Yins.
Pada suatu malam, aku berdiri sholat, aku terus sholat lama sekali, maka kekuatanku bertambah dan tekadku telah bulat. Di hari berikutnya, aku palingkan diriku dari pekerjaanku, lalu aku serahkan raga, jiwa dan kehidupanku untuk (agama) Muhammad.

Hari ini, aku adalah putra Islam. Aku bahagia melebihi hari-hari kehidupanku. Mungkin aku akan pergi ke Afrika. Dan bila jadi pergi, akau akan melepaskan kewarganegaraan sekaligus busana baratku. Dan, sebagai seorang mukmin yang menganut agama timur, aku akan menjadi orang timur (Islam). Bila sekali pergi, aku tidak akan kembali. Kehidupanku telah aku baktikan kepada Alloh, sedang pekerjaanku telah mati dan aku lupakan.

Iklan

2 comments on “Kisah Sang Produser Film Holywood Yang Masuk Islam

  1. Ping-balik: Kisah Sang Produser Film Holywood Yang Masuk Islam « Mualaf, Perkembangan Islam, Kisah Islami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s