Pendeta Dari Pulau Madagaskar (Afrika) Yang Menyatakan Keislamannya

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Pendeta Masuk Islam ImageAku tumbuh dalam keluarga Nasrani yang memotivasi tiap anggotanya untuk selalu datang ke gereja. Di akhir tahun 80-an, aku diangkat oleh Dewan Pimpinan Gereja Pusat menjadi kepala gereja. Di awal perjalanan, tidak ada satu problem pun yang menghadangku dalam mengemban tugas dan kewajiban gereja. Namun seiring berjalannya waktu, banyak permasalahan yang muncul kepermukaan, khususnya problem materi.

Aku tidak memiliki pengetahuan yang benar tentang Islam. Khususnya karena orang-orang yang antusias memeluknya didominasi oleh mantan umat Nasrani sendiri, berdasarkan apa yang dikatakan kepada kami di sela-sela pertemuan-pertemuan untuk merumuskan langkah-langkah guna menghentikan inspasi agama Islam di kampong-kampung.

Sebagai contoh saja, ketika pembangunan Masjid Ambadika di Lukumbia selesai, berita tersebut sampai kepada kami layaknya petir karena adanya komunitas yang besar dari umat Protestan di desa tersebut. Terlebih lagi orang-orang yang memeluk Islam adalah anak-anak yang masih belia dan muda. Begitu juga setelah kepala desa (Tsirana Mahanor) menyatakan masuk agama Nasrani, kami berusaha menekan keluarga-keluarga agar melarang anak-anak mereka masuk Islam. Hanya saja kegagalan selalu menyertai kami dan kami tidak mampu berbuat apa-apa.

Rapat berturut-turut yang bertujuan menghentikan derasnya arus agama Islam memiliki pengaruh besar pada diriku yang membuatku mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk mengetahui alasan permusuhan terhadap Islam.

Pertanyaan-pertanyaan itu selalu menggantung di benakku. Begitulah, penolakan pembayaran gajiku oleh Kanator Pusat Kristenisasi mendorongku untuk mengambil keputusan mengudurkan diri dari agama Kristen. Pada hari-hari itu, akau mendapatkan informasi pelaksanaan dauroh (pembekalan, kajian) bagi orang-orang yang baru mendapat petunjuk (muallaf) di Sakiwana, yakni dauroh Mus’ab bin ‘Umair. Tiadalah dari diriku selain membulatkan tekad untuk menyatakan keislamanku dan bergabung dalam dauroh itu. Nyatanya aku turut serta dalam kajian tersebut setelah menempuh jarak 13 km dengan jalan kaki di malam hari. Aku sangat bahagia dan bangga bisa bergabung dalam agama yang terang dan jelas ini, yang padanya aku menemukan jati diri dan tujuanku. Agama ini telah menghilangkan semua problem, masalah dan semua pertanyaan-pertanyaan dari kepalaku sehingga aku menjadi sangat bahagia, bahkan lebih yakin dan rileks, dank au telah menyadari bahwa inilah agama yang benar.

Sungguh, sambutan para dai kepadaku begitu hangat dan surprise, aku merasa berada di tengah-tengah keluarga dan saudara-saudaraku sendiri.

Adapun tentang rencana ke depan, akau akan berupaya meyakinkan keluarga dan kerabatku akan agama ini dengan menyampaikan ajaran-ajarannya kepada mereka. Kemudian aku akan mencari kesempatan berkumpul dengan keluarga guna menjelaskan sebab pengunduran diriku dari gereja dan menerangkan kepada mereka hakikat agama Islam sesuai kemampuanku.

Subhanallah, semoga kisah ini semakin membuat kita sadar dan semakin membuat iman kita bertambah karena hanya Islam-lah agama yang paling benar dan diridhoi oleh Alloh SWT.  🙂

Iklan

2 comments on “Pendeta Dari Pulau Madagaskar (Afrika) Yang Menyatakan Keislamannya

  1. Ping-balik: Pendeta Dari Pulau Madagaskar (Afrika) Yang Menyatakan Keislamannya « Mualaf, Perkembangan Islam, Kisah Islami

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s