Masjid Kubah Emas, Simbol Kemegahan di Bulan Suci Ramadhan


Di bulan suci Ramadhan ini banyak sekali orang yang mencari berkah dan sekaligus berwisata di bulan Ramadhan dengan melakukan wisata religi. Kali ini saya akan bercerita tentang perjalanan wisata religi narasumber (AlvaClipton) di Masjid Kubah Emas yang menjadi simbol masjid termegah di Indonesia bahkan di kawasan Asia Tenggara.

Berikut liputan langsung oleh narasumber “AlvaClipton“:

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Kemarin sore tanggal 22 Juli 2012 tepat dihari kedua puasa, saya dengan teman kuliah saya yang bernama Tartia mengunjungi Masjid Kubah Emas yang terletak di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok untuk sekedar ngabuburit mengisi waktu luang sebelum buka puasa. Berhubung jarak Masjid Kubah Emas atau yang dikenal juga dengan sebutan Masjid Dian Al Mahri dengan rumah kami sangat dekat hanya bisa diakses dengan sekali naik angkot 102 warna biru jurusan Parung Bingung – Pondok labu. Dari Pertigaan Parung Bingung ke Masjid Kubah Emas cukup membayar ongkos angkot sebesar Rp 2000 / orang kami akhirnya sampai di depan gerbang utama Masjid Kubah Emas yang memiliki luas seperti yang saya kutip dari wikipedia luas kawasan 50 hektar, bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8000 meter persegi.

Masjid Kubah Emas Pada Sore Hari:

Masjid Kubah Emas Menjelang Maghrib:

Bagi yang membawa kendaraan roda empat ketika kesana maka kendaraan bisa di parkir masuk ke jalan samping masjid untuk menuju tempat parkir yang jaraknya lumayan jauh dari gerbang utama masjid. Untuk yang ingin kesana dari arah Jakarta bisa mengambil jalan dari Pondok Labu -> Cinere -> Limo dengan sekali naik angkot 102 warna biru yang ongkosnya cukup Rp 4000 dan apabila dari arah Margonda Depok bisa diakses dengan naik angkot 03 warna biru dari terminal Depok yang ongkosnya cukup Rp 3.000 lalu turun pertigaan Parung Bingung kemudian naik angkot 102 warna biru dan turun depan gerbang Utama Masjid Kubah Emas cukup bayar ongkos angkot Rp 2.000 saja.

Peta Menuju Masjid Kubah Emas:

Untuk masuk ke area Masjid Kubah Emas pengunjung tidak dipungut biaya apapun tapi hanya cukup bayar uang parkir. Di area Masjid Kubah Emas yang sangat luas yang sepanjang jalan menuju Masjid Kubah Emas dikelilingi taman-taman yang ditata rapi kami merasa seperti berada di Timur Tengah karena bangunan diarea masjid kubah emas seluruhnya berarsitektur gaya timur tengah. Selain Masjid Kubah Emas disana ada pula aula serbaguna, restoran, butik baju muslim, toko souvenir, dan rumah penginapan untuk keluarga Ibu Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, pemilik Masjid Kubah Emas.

Gedung Serba Guna:
Rumah Pemilik Masjid Kubah Emas:
Pertokoan:

Di bulan suci ramadhan ini kami melihat banyak sekali pengunjung yang datang ke Masjid Kubah Emas hanya untuk sekedar tahu Masjid Kubah Emas dan banyak juga yang mencari berkah dan pahala dari Sang Maha Kuasa dengan melaksanakan ibadah di dalam Masjid Kubah Emas. Pengunjung terbanyak Masjid Kubah Emas kebanyakan dari luar kota, itu bisa saya lihat dari banyaknya bus luar kota yang datang kesini. Biasanya pengunjung dari luar kota tersebut merupakan rombongan ziarah wali yang setelah selesai melakukan ziarah wali mereka melanjutkan dengan berkunjung di Masjid Kubah Emas.

Di sekitar Masjid Kubah Emas dari situ kita bisa melihat arsitektur masjid yang bergaya timur tengah dan memiliki 5 buah kubah yang berwarna emas dan memang dilapisi emas 24 karat yaitu satu kubah utama dan 4 kubah kecil yang memiliki arti 5 rukun Islam. Selain memiliki 5 kubah, Masjid Kubah Emas juga memiliki 6 menara yang melambangkan rukun iman umat islam. Untuk bagian di dalam masjid kita bisa merasakan kemegahan Rumah Allah. Ruang utama masjid berukuran 45×57 meter yang bisa menampung 8.000 jamaah membuat saya merasa kecil di dalam Rumah Allah tersebut. Ditengah-tengah ruang utama masjid disini ada sesuatu yang unik, di tengah-tengah masjid tersebut saya melihat langit-langit kubah terdapat lukisan langit yang warnanya dapat berubah sesuai warna langit pada waktu-waktu sholat dan ditengahnya ada lampu gantung yang sangat besar dan mewah.

Langit-Langit Di Dalam Masjid Kubah Emas:
Lampu Gantung Di Dalam Masjid Kubah Emas:
Kaligrafi Di Dalam Masjid Kubah Emas:
Mimbar Imam Masjid Kubah Emas:

Pada saat kami akan melakukan sholat Ashar, saya dan teman saya harus pisah karena pintu masuk buat jamaah Laki-Laki dan Wanita dipisah. Ketika saya lihat area masuk masjid khusus wanita persis seperti gaya arsitektur di masjid Nabawi. Karena area itu khusus wanita dan ada peraturan laki-laki tidak boleh masuk area tersebut jadi saya hanya bisa mengamati dari luar saja.

Area Tempat Masuk Masjid Khusus Wanita:
Pintu Masuk Masjid Khusus Wanita:

Sebelum ambil air wudhu saya menitipkan sandal saya di ruang penitipan barang. Setelah ambil wudhu dan sholat ashar saya merasakan begitu tenang ini hati bisa sholat di Masjid yang suasananya seperti sholat di Arab. 

Tempat Penitipan Sandal / Barang:
Tempat Wudhu:

Setelah selesai sholat saya menuju gedung serba guna (aula) untuk menunggu teman saya dan beristirahat sambil menunggu waktu maghrib tiba dan buka puasa disana. Saya menunggu sampai waktu Maghrib karena suasana disaat menjelang malam disini sangat bagus untuk mengambil foto kubah emasnya. Disaat kami sedang menunggu waktu adzan Maghrib saya melihat disebelah timur ada panggung yang lagi dibuat dan banyak terpasang baliho RCTI mungkin dalam waktu dekat ini di Masjid Kubah Emas akan dilaksanakan acara Tabligh Akbar Ramadhan yang sering dilakukan RCTI disaat bulan suci Ramadhan ini.

Panggung RCTI di Masjid Kubah Emas:

Setelah tiba waktu adzan Maghrib saya pun menuju area sebelah timur masjid untuk mengambil Ta’jil yang disediakan pengelola Masjid Kubah Emas selama Bulan Suci Ramadhan. Ta’jil yang disediakan yaitu segelas teh hangat dan kolak cukup untuk berbuka puasa ramai-ramai dengan pengunjung Masjid Kubah Emas.

Buka Puasa Bersama Di Sebelah Timur Masjid:
Buka Puasa Bersama Di Sebelah Timur Masjid:
Buka Puasa Bersama Di Sebelah Timur Masjid:

Setelah buka puasa lalu saya menuju dalam masjid untuk melakukan sholat Maghrib berjamaah. Di dalam masjid saya melihat kemegahan arsitektur ornamen-ornamen dalam masjid yang terpancar dari sinar lampu memberikan kesan betapa besar dan megahnya rumah Allah tersebut.

Selesai Sholat Maghrib di Masjid Kubah Emas:
Langit-Langit Di Dalam Masjid Kubah Emas Ketika Malam:

Setelah selesai sholat Maghrib saya sempat menghampiri seorang tukang foto keliling di sekitar Masjid Kubah Emas. Untuk sekali cetak foto dikenakan tarif Rp 20.000 jadi buat kalian yang tidak sempat membawa kamera untuk mengabadikan moment di Masjid Kubah Emas kalian bisa menggunakan jasa tukang foto keliling tersebut.

Masjid Kubah Emas di Malam Hari:

Memasuki waktu sholat tarawih saya sebenarnya ingin sekali tarawih di Masjid Kubah Emas tetapi karena saya sudah janji sama orang di rumah untuk buka puasa dirumah dan teman saya juga ada urusan setelah sholat Maghrib maka kami memutuskan untuk pulang. Dan semoga di malam lailatul qadar saya bisa berburu nikmat lailatul qadar di masjid Kumah Emas ini lagi. 

Bagi kalian yang dari luar kota dan ingin sekali ke Masjid Kubah Emas bisa saya temanin karena jarak rumah saya dengan Masjid Kubah Emas juga dekat jadi bisa kesana kapan saja. 

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _

Begitulah liputan langsung oleh Sahabat Muslim dari Depok tentang Suasana Ramadhan di Masjid Kubah Emas. Semoga bisa menambah pengetahuan kita tentang tempat-tempat wisata Religi nan indah di Indonesia. Barakallah.. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s