Apa Gunanya Kita Masuk Surga?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku, semoga Allah SWT menyayangi anda dengan selalu memberikan petunjuk-Nya hingga akhir hayat nanti.

Mengimani adanya surga dan segala kenikmatan di dalamnya dengan keimanan dan keyakinan yang benar adalah sebuah keniscayaan, seperti halnya kita juga mengimani adanya neraka dan segala sisksaan di dalamnya. Mengimani sesuatu yang ghaib adalah  diantara sifat-sifat orang yang bertaqwa, surga dan nereka adalah diantara hal yang ghaib yang wajib kita imani.

Berkaitan dengan hal ini anda adalah termasuk orang yang bertanya-tanya, kenapa Allah SWT menentukan kenikmatan dan keindahan surga, misalnya dengan adanya sungai-sungai susu, buah-buahan seperti anggur, daging burung, bidadari dan lain sebagainya.

Surga untuk hamba Allah yang shalih

Kita wajib menyakini bahwa Al-Quran itu adalah Kalamullah yang tidak terdapat keraguan sedikit pun di dalammya, dan kita juga wajib menyakini bahwa segala yang diinformasikan Rasulullah SAW dalam hadits shahihnya ini benar bahkan di dalam Hadits Qudsy Allah SWT menggambarkan tentang surga yang hanya diperuntukan bagi hamba-hamba-Nya yang shalih:

“أعددت لعبادي الصالحين ما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر”.

“Aku telah sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih (kenikmatan surga) yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga dan terlintas di hati manusia”. (HR. Muslim)  

Kemudian Rasulullah SAW membaca firman Allah SWT dalam Al-Quran :

“فلا تعلم نفس ما أخفي لهم من قرة أعين جزاء بما كانوا يعملون”.

“Maka tidak ada seseorang pun mengetahui apa disembunyikan yaitu (segala jenis nikmat) yang amat indah dipandang, sebagai balasan terhadapa apa yang mereka kerjakan”. (QS. As-sajdah: 17) (HR. Muslim)

Mari kita perhatikan, apabila kita tidak mengetahui sesuatu yang tersembunyi, mata kita tidak mampu melihatnya, telinga kita tidak mampu mendengarnya, dan tidak sedikit pun terlintas dalam benak kita, bagaimana kita bisa membayangkan sesuatu tersebut. Maka di sinilah Allah SWT memberikan informasi kepada kita tentang perumpamaan tentang gambaran surga.

Allah SWT berfirman:

“وبشر الذين ءامنوا وعملوا الصالحات أن لهم جنات تجري من تحتها الأنهار كلما رزقوا من ثمرات رزقا قالوا هذا الذي رزقنا من قبل وأتوا به متشابها ولكم فيها أزواج مطهرة وهم فها خالدون”.

“Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, sesungguhnya bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai; setiap kali mereka diberikan suatu pemberian berupa buah-buahan, mereka berkata: “Inilah yang telah diberikan kepada kami dahulu”; dan mereka diberikan rezeki itu yang sama rupanya (tetapi berlainan hakikatnya), dan disediakan untuk mereka dalam surga itu isteri-isteri yang suci, sedang mereka kekal di dalamnya selama-lamanya”. (QS. Al-Baqarah: 25)

Rasulullah SAW bersabda:

 ”يأكل أهل الجنة فيها ويشربون ولا يتغوطون ولا يمتخطون ولا يبولن ولكن طعامهم ذاك جشاء كرشح المسك، يلهمون التسبيح والتجميد كما يلهمون النفس”.

“Penghuni surga makan dan minum di dalamnya, mereka tidak buang air besar, tidak beringus, tidak buang air kecil. Akan tetapi makanan mereka menjadi sendawa, seperti tetesan minyak kasturi, mereka senantiasa bertasbih dan bertahmid sebagaimana mereka bernafas.” (HR. Muslim)

Sangat berbeda

Ibnu Qutaibah berkata: “Semua yang ada di dalam surga berupa sungai-sugai, tempat tidur-tempat tidurnya, kasur-kasurnya, gelas-gelasnya berbeda dengan yang ada di dunia buatan manusia sebagaimana perkataan Ibnu Abbas:

“ليس فى الجنة شيء مما فى الدنيا إلا الأسماء”.

“ِApa yang ada di dalam surga tidak serupa dengan yang ada di dunia melainkan hanya nama-namanya saja”. (HR. Baihaqi)

Kenikmatan di dunia dan di surga sangat berbeda, dan tentu tidak bisa dibandingkan sama sekali. Seperti halnya minumnya penghuni surga bukan karena rasa dahaga, makannya penghuni surga bukannya karena lapar dan hal-hal lainya yang mereka alami di sana, akan tetapi kenikmatan yang terus menerus mereka rasakan.

Al-Qurthubi mengatakan saat menjawab pertanyaan yang mirip sepertinya pertanyaan anda: “Kenikmatan yang dirasakan oleh penghuni surga dan pakaian mereka buka karena untuk menghilangkan rasa sakit yang mereka rasakan, makannya mereka juga bukan karena rasa lapar, minumnya mereka juga bukan karena rasa haus. Wewangian yang ada pada mereka bukan karena menghindaribau busuk, akan tetapi semuanya itu adakan kenikmatan yang terus menerus  dan tiada henti yang Allah berikan kepada mereka. Tidakkah kamu perhatikan firman Allah ta’ala kepada Adam:

“إن لك ألا تجوع فيها ولا تعرى. وأنك لا تظمؤا فيها ولا تضحى”.

“ٍٍSesungguhnya, ada (jaminan) untukmu di sana, engkau tidak akan lapar  dan tidak akan bertelanjang. Dan bahwasanya engkau juga tidak akan dahaga di dalamnya, dan tidak akan ditimpa panas matahari”. (QS. Thaha: 118-119)

Hikmah di balik itu adalah bahwa Allah mengenalkan kepada mereka di surga dengan jenis yang pernah mereka nikmati pada saat mereka di dunia dan Allah menambahkan kepada mereka dengan sesuatu yang hanya Allah saja yang mengetahuinya”.

Hakikat kenikmatan surga tidak bisa dan tidak mungkin kita ukur dengan akal kita sebagai manusia, karena Allah SWT memberikan banyak keterbatasan. Dan ketika Allah memberikan gambaran sebagian kenikmatan surga Dia memberikan gambaran yang sesuai daya cerna kita. Dan mustahil kita  bisa membayangkan hakikat kenikmatan surge yang sebenarnya. Karena Allah SWT memberikan informasi dalam Al-Quran :

“فلا تعلم نفس أخفي لهم من قرة أعين جزاء بما كانوا يعملون”.

“Maka tidak ada seseorang pun mengetahui apa disembunyikan yaitu (segala jenis nikmat) yang amat indah dipandang, sebagai balasan terhadapa apa yang mereka kerjakan”. (QS. As-sajdah: 17)

Jadi, tidak mungkin kita sebagai hamba-Nya yang memiliki banyak keterbatasan dan kekurangan mampu mengetahui hakikat surga, karenanya Al-Quran selalu menggunakan pendekatan  kalimat dan makna dengan perumpamaan yang menggambarkan sebagian kenikmatan surga yang sebagiannya hanya sedikit yang bisa kita bayangkan. Walau pun hakikat surga yang sebenarnya sangat jauh dari gambaran yang disebutkan. Demkian Allah memberikan gambarkan agar hamba-Nya merindukan dan mau meraih surga-Nya dengan beriman kepada-Nya dan beramal shalih supaya menjadi orang yang benar-benar sukses memasuki surga-Nya kelak.

Hakikat surga dan dengan segala kenikmatannya tidak bisa digambarkan oleh manusia sebagai makhluk dengan segala keterbatasan dan kelemahan manusia. Akan tetapi seorang Muslim wajib mengimaninya sebagai sebuah balasan yang agung dari Allah SWT. Adapun yang manusia hanya dapat merasakan, mencerna dan melihat ada yang ada di hadapannya. Jadi segala keindahan dan kenikmatan yang telah dilihat, didengar dan dirasakan oleh manusia itu adalah sesuatu yang sangat terbatas dan berbeda dengan hakikat kenikmatan surga.

Ayat-ayat Al-Quran dan hadits-hadits Nabi SAW setidaknya menggambarkan dua hal, pertama:memberikan informasi bahwa Allah SWT akan menyediakan ganjaran yang agung bagi hamba-hamba-Nya yang shalih. Kedua: lemahnya manusia dalam mengetahui hakikat surge, karena semuanya serba tidak bisa terfikirkan oleh manusia berupa keindahan, keelokan dan segala kenikmatan di dalam surga.

Saudara penanya dan netters eramuslim, demikian yang bisa kami sampaikan, semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita dalam menuju surga-Nya yang penuh dengan berbagai kenikmatan untuk selamanya. Wallahu a’lam bishshawab.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Iklan

2 comments on “Apa Gunanya Kita Masuk Surga?

    • 1. Surga Firdaus

      Mengenai surga firdaus ini, dalam Al Qur’an, surat Al Kahfi, ayat 107, Allah swt. telah menegaskan:

      إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُ لاً.

      “sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka adalah ‘surga firdaus menjadi tempat tinggal”.

      Juga penegasanya dalam Al Qur’an, surat Al Mu’minuun, ayat 9-11.

      وَالَّذِينَ هُمْ عَلَىٰ صَلَوَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ.أُولَٰئِكَ هُمُ الْوَارِثُونَ.الَّذِينَ يَرِثُونَ الْفِرْدَوْسَ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ.

      “Dan orang-orang yang memelihara shalat: Mereka itu adalah orang – orang yang akan mewarisi (yaitu) yang bakal mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya”.

      2. Surga Adn

      Surga ‘Adn ini telah banyak sekali dijelaskan dalam Al Qur’an. yaitu sebagai berikut: Firman Allah swt. di dalam surat Thaaha, tepatnya ayat 76.

      جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا اْلاَ نْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَاءُ مَنْ تَزَكَّىٰ.

      “(Yakni) surga ‘Adn yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, didalamnya mereka kekal. dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang ( dalam keaddan ) bersih ( saat didunianya dari berbagai dosa )”.
      Firman-nya lagi didalam surat Shaad, ayat 50 :

      جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً اْلاَ لَهُمُ بْوَابُ.
      ” (Yaitu) surga’Adn yang pintu – pintunya terbuka bagi mereka”.

      3. Surga Na’iim

      Dalam Al Qur’an surat al Hajj, ayat 56. Allah swt. telah menegaskan :

      الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ ۚ فَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ.

      ” Maka orang – orang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan”.
      Firman-nya lagi dalam surat Al Luqman, ayat 8 :
      إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتُ النَّعِيمِ.

      “Sesungguhnya orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka bakal mendapat surga yang penuh kenikmatan”.

      4. Surga Ma’wa

      Banyak sekali didalam Al Qur’an dijelaskan, antara lain :
      Surat As Sajdah, ayat 19 Allah swt. menegaskan:

      أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ.

      “Adapun orang – orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. maka bagi mereka mendapat surga – surga tempat kediaman, merupakan pahala pada apa yang telah mereka:kerjakan”.
      Firman-nya lagi didalam surat An Naazi’aat, ayat 41:

      فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ.

      “Maka sesungguhnya surga ma’walah tempat tinggal(nya)”.

      5. Surga Darussalam

      Mengenai surga Darussalam ini, telah banyak dijelaskan didalam Al Qur’an, diantaranya ialah : Dalam surat Yunus, ayat 25 :

      وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَىٰ دَارِ السَّلَامِ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ.

      “Dan allah meriyeru (manusia) ke Darussalam (yakni surga), dan memimpin orang yang dikhendaki-nya kepada jalan yang lurus”.

      6. Surga Daarul Muqoomah

      Sesuai dengan penegasan allah swt. di dalam Al Qur’an, surat Faathir, ayat 34-35:

      وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ.الَّذِي أَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهِ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ.

      “Dan berkatalah mereka : Segala puji bagi allah yang telah mengapus (rasa) duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengmpun lagi Maha Mensyukuri: Yang memberi tempat kami di dalam tempat yang kekal (surga) dan karunia-nya”.

      7. Surga maqoomul Amiin

      Sesuai dangan penegasan Allah swt. didalam Al Qur’an, surat Ad Dukhan, ayat 51:

      إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي مَقَامٍ أَمِينٍ.

      “sesungguhnya orang – orang yang bertawakal tinggal didalam tempat yang aman (surga)”.

      8. Surga Khuldi

      Di dalam Al Qur’an tepatnya surat Al Furqaan, ayat 15, Allah swt. telah menegaskan :
      قُلْ أَذَٰلِكَ خَيْرٌ أَمْ جَنَّةُ الْخُلْدِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۚ كَانَتْ لَهُمْ جَزَاءًوَمَصِيرًا.

      “Katakanlah : “Apa (siksa) yang seperti itu yang baik, atau surga yang kekal, yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, sebagai balasan dan kediaman kembali mereka”.

      Semoga Bermanfaat dan menambah keimanan kita ya saudaraku.. Barakallah.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s