Mari Membaca Al-Qur’an dengan Software Ayat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Membaca Al Qur’an merupakan salah satu ciri khas dari Umat Islam yang Beriman. Kita sebagai Umat Islam bukan saja harus bisa membaca tapi harus mengerti arti dari tiap ayat yang kita baca dan mengambil makna di dalamnya sebagai petunjuk kehidupan. Al-Qur’an merupakan Kitab Suci Agama Islam yang berisi semua pengetahuan yang ada di dalam Jagad Raya ini. Maka dari itu, walaupun kita sibuk sehari-harinya, bacalah Al-Qur’an walau hanya satu Ayat.

Software Ayat ini adalah software yang membantu anda tetap terkoneksi dengan Al-Qur’anul Karim walau anda berkutat dengan Komputer PC/Laptop. Dengan tampilan yang modern dan dilengkapi terjemahan dalam berbagai Bahasa, yaitu: Indonesia, Turki, Arab, Bosanski, Spanyol, Portugis, Inggris, Malaysia, Italia, Belanda, dan Perancis ini software ini sangatlah berguna bagi anda dalam memahami setiap ayat Al-Qur’an.

Berikut sekilas tentang Profil Resmi Software ini:

Program Ayat adalah situs Al Qur’an, King Saud University, yang bertujuan untuk menyediakan semua fitur untuk computer pribadi tanpa perlu koneksi ke Internet.

Dalam rangka untuk dapat menggunakan program tanpa koneksi internet Anda harus terlebih dahulu men-download konten yang diminta (file audio bacaan – tafsir dan file terjemahan – file gambar untuk halaman dari Al Quran) pada komputer Anda dan ini dilakukan melalui tiga cara: Baca lebih lanjut

Metode Pengobatan Pertama dan Utama dari Rasulullah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Sungguh, sebuah keniscayaan bahwa perkembangan dunia medis berjalan seiring dengan derasnya arus kapitalisme global dan modernisasi yang kian sulit dikendalikan, Namun perkembangan jenis penyakit juga tidak kalah cepat berkembang dan beregenerasi. Sementara itu banyak  manusia yang tidak menyadari bahwa SangKhaliq tidak pernah menciptakan manusia dengan ditinggalkan begitu saja tanpa ada aturan dari-Nya. Setiap kali penyakit muncul, pasti Allah SWT juga menciptakan obatnya, sebagaimana Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan penyembuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan  Ibnu Majah).

Faktanya, memang ada manusia yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Kenyataan  lain  yang  harus  disadari  oleh  manusia, bahwa apabila Allah SWT dan Rasul-Nya secara jelas dan tegas menetapkan suatu penjelasan -termasuk dalam memberikan petunjuk pengobatan- maka petunjuk pengobatan itu sudah pasti lebih bersifat pertama dan utama. Dan memang demikianlah kenyataannya, Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW secara Kaffah, bukan saja memberi petunjuk tentang perikehidupan dan tata cara ibadah kepada Allah SWT secara khusus yang akan membawa keselamatan dunia dan akhirat, tetapi  juga memberikan  banyak petunjuk praktis dan formula umum yang dapat digunakan untuk menjaga keselamatan lahir dan batin, termasuk  yang  berkaitan dengan  terapi, penanganan penyakit  atau pengobatan secara holistik.

Petunjuk praktis dan kaidah medis tersebut telah sangat banyak dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan diajarkan kepada para sahabat Nabi SAW. Bila keseluruhan formula dan kaidah praktis itu dipelajari secara saksama, tidak salah lagi! Bahwa kaum Muslimin dapat mengembangkannya menjadi sebuah sistem dan metode (thariqah) pengobatan  yang  tidak  ada  duanya. Disitulah  akan  terlihat korelasi yang erat antara sistem pengobatan Ilahi dengan sistem pengobatan manusia. Karena Allah SWT telah menegaskan: “Telah  diciptakan  bagi  kalian  semua  segala  apa  yang  ada  di muka  bumi  ini” (QS. Al Baqarah [2]: 29. Ilmu pengobatan beserta segala media dan materinya, termasuk yang diciptakan oleh Allah SWT tidak hanya untuk kaum muslimin saja, tetapi juga untuk kepentingan seluruh umat manusia. Baca lebih lanjut

Apa Gunanya Kita Masuk Surga?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaraku, semoga Allah SWT menyayangi anda dengan selalu memberikan petunjuk-Nya hingga akhir hayat nanti.

Mengimani adanya surga dan segala kenikmatan di dalamnya dengan keimanan dan keyakinan yang benar adalah sebuah keniscayaan, seperti halnya kita juga mengimani adanya neraka dan segala sisksaan di dalamnya. Mengimani sesuatu yang ghaib adalah  diantara sifat-sifat orang yang bertaqwa, surga dan nereka adalah diantara hal yang ghaib yang wajib kita imani.

Berkaitan dengan hal ini anda adalah termasuk orang yang bertanya-tanya, kenapa Allah SWT menentukan kenikmatan dan keindahan surga, misalnya dengan adanya sungai-sungai susu, buah-buahan seperti anggur, daging burung, bidadari dan lain sebagainya.

Surga untuk hamba Allah yang shalih

Kita wajib menyakini bahwa Al-Quran itu adalah Kalamullah yang tidak terdapat keraguan sedikit pun di dalammya, dan kita juga wajib menyakini bahwa segala yang diinformasikan Rasulullah SAW dalam hadits shahihnya ini benar bahkan di dalam Hadits Qudsy Allah SWT menggambarkan tentang surga yang hanya diperuntukan bagi hamba-hamba-Nya yang shalih:

“أعددت لعبادي الصالحين ما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر”.

“Aku telah sediakan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih (kenikmatan surga) yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga dan terlintas di hati manusia”. (HR. Muslim)   Baca lebih lanjut

Apel dan Semangka, Pilihan Segar Plus Sehat Buat Berbuka

Minum jus buah saat berbuka puasa memang menyegarkan. Namun tentunya, makan buahnya langsung tanpa diolah terlebih dulu lebih bernutrisi.
Beberapa buah ini selain menyehatkan, namun juga menyegarkan untuk berbuka puasa. Rasanya manis-manis segar!

Para pelaku pola diet banyak yang menghindari gula dan santan untuk hidangan berbuka.
Sebagai gantinya, buah-buahan yang manis alami dan mengandung air yang tinggi ini jadi pilihan.
Ini dia beberapa jenis buah yang bagus untuk disantap saat berbuka:

1. Apel
Apel selalu jadi andalan buat mereka yang diet. Rasanya yang manis segar dan renyah plus tinggi kandungan air membuatnya cocok untuk dikonsumsi saat berbuka.
Setelah apel dicuci bersih, makan bersama kulitnya. Apel merah mengandung antioksidan quercetin yang bisa membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Senyawa phenolic yang ada di kulit apel juga bisa mencegah kolesterol tinggi.
Baca lebih lanjut

Bir Halal dari Palestina (Taybeh Beer)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Taybeh Halal, Bir Halal dari Palestina

Foto: http://palestiniansurprises.com

Bir memang selau diasosiasikan sebagai minuman beralkohol sehingga tidak boleh dikonsumsi bagi kaum muslim. Namun bir yang satu ini berbeda, sebab meskipun dinamakan ‘bir’ namun Taybeh Halal sama sekali tak mengandung alkohol. Lho kok?

Taybeh Halal diambil dari nama Taybeh – sebuah tempat di wilayah West Bank, Palestina. Tempat pembuatan bir ini berdiri pada pertengahan tahun 1994 saat konflik Palestina dan Israel sedikit mereda.

Pemiliknya adalah Nadim Khoury yang telah meninggalkan desanya dan tinggal di Amerika. Ia pernah belajar sendiri untuk membuat minuman bir di rumah hingga akhirnya kembali ke tepi barat atas dorongan keluarganya. Dengan modal nekad, ia sekeluarga mendirikan pabrik bir atas modal sendiri karena pihak bank menolak pinjaman mereka.
Baca lebih lanjut