Keajaiban Al-Qur’an, Menjelaskan Masa Rotasi Planet Venus dan Mars

Venus dan Mars merupakan dua  planet terdekat dengan Bumi. Dalam Al Qur’an, huruf yang membentuk nama-nama planet diatur sedemikian rupa untuk menunjukkan kecepatan rotasi mereka.

Huruf yang membentuk nama Venus (Waaw-Alif-Nuun-Alif-Shiin) dalam bahasa Arab muncul berdampingan dalam ayat 72 surat Al-Anfal dan  ayat 3 Surat Hud. Ada 243 ayat di antara kedua surat tersebut. Jadi, dibutuhkan tepatnya 243 hari bagi Venus untuk berputar mengelilingi porosnya sendiri. Dengan kata lain, revolusi dimulai lagi setelah 243 hari. Surat-surat yang terdiri dari kata Venus muncul sebanyak  243 ayat dalam Al Qur’an.   

Surat-surat yang terdiri dari kata Venus muncul berdampingan dari kanan ke kiri dalam ayat 72 surat Al-Anfal.


Surat-surat yang terdiri dari kata Venus muncul berdampingan dari kanan ke kiri dalam ayat 3 Surah Hud.

 

Urutan yang sama  juga berlaku untuk Mars. Surat-surat yang terdiri dari kata Mars (Miim-Alif-Raa-Shiin)  dalam bahasa Arab pertama kali muncul berdampingan dalam ayat 44 surat Al-Muminun. Kemudian terdapat pula dalam ayat 45. Dengan kata lain, mereka muncul hanya 1 ayat kemudian.  Jadi, dibutuhkan hanya 1 hari  bagi planet Mars untuk berputar mengelilingi porosnya sendiri. Baca lebih lanjut

Misteri Letak Penjara Ya-juj dan Ma-juj

QS. Al-Kahfi: 94
“Mereka berkata; “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya-juj dan Ma-juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka ?”

QS. Al-Anbiya: 96

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya-juj dan Ma-juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (Hari berbangkit), maka tiba-tiba terbelalaklah mata orang-orang yang kafir. (Mereka berkata); “Aduhai celakalah kami, sesungguhnya kami adalah dalam kelalaian tentang ini, bahkan kami adalah orang-orang yang zhalim.”

Ya-juj dan Ma-juj dalam Hadits

Dari Zainab Binti Jahsh -isteri Nabi SAW, berkata;
“Nabi SAW bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda; “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bagi Arab dari kejahatan yang telah dekat pada hari kiamat, (yaitu) Telah dibukanya penutup Ya-juj dan Ma-juj seperti ini !” beliau melingkarkan jari tangannya. (Dalam riwayat lain tangannya membentuk isyarat 70 atau 90), Aku bertanya; “Ya Rasulullah SAW, apakah kita akan dihancurkan walaupun ada orang-orang shalih ?” Beliau menjawab; “Ya, Jika banyak kejelekan.”
(HR. Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim) Baca lebih lanjut

Riwayat Hidup Sang Penduduk Langit (Uwais al-Qarni)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, pundaknya lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit.
Dia, jika bersumpah demi Allah pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah dipanggil disuruh masuk surga, dia justru dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa’at, ternyata Allah memberi izin dia untuk memberi syafa’at sejumlah qobilah Robi’ah dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan surga tak ada yang ketinggalan karenanya. Dia adalah “Uwais al-Qarni”.
Ia tak dikenal banyak orang dan juga miskin, banyak orang suka menertawakan, mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya. Seorang fuqoha’ negeri Kuffah, karena ingin duduk dengannya, memberinya hadiah dua helai pakaian, tapi tak berhasil dengan baik, karena hadiah pakaian tadi diterima lalu dikembalikan lagi olehnya seraya berkata : “Aku khawatir, nanti sebagian orang menuduh aku, dari mana kamu dapatkan pakaian itu, kalau tidak dari membujuk pasti dari mencuri”.
Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekedar menopang kesehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya.

Turkistan Timur (Negeri Islam Yang Tinggal Kenangan)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

KATA PENGANTAR



Banyak orang tak mengenal negeri Turkistan. Tetapi bagi umat Islam, tak kenal dengan salah satu negeri Islam yang kemasyhurannya hampir menyamai Andalusia, sangatlah aib. Bukankah nama-nama ilmuwan kita berasal dari sana? Al-Bukhari, Al-Biruni, Al-Farabi, Abu Ali Ibnu Sina, dan sejumlah tokoh lainnya yang sampai kini merupakan tokoh-tokoh paling tak terlupakan umat Islam, berasal dari negeri tersebut.

Turkistan terletak di Asia Tengah dengan penduduk mayoritas keturunan Turki, merupakan salah satu benteng kebudayaan dan peradaban Islam. Pada abad ke-16 sampai abad ke-18, bangsa Cina dan Rusia mulai mengerlingkan nafsu angkaranya ke Turkistan dan mulai berfikir tentang kemungkinan untuk melakukan ekspansi teritorial. Cina mulai bergerak menaklukkan Turkistan Timur dan kemudian merubah namanya menjadi Sinkiang, sementara Turkistan Barat telah lebih dahulu dicaplok Rusia. Dengan berbagai alasan politik, Soviet menghapuskan nama Turkistan dari peta dunia dan memancangkan nama Republik Soviet Uzbekistan, Republik Soviet Turkmenistan, Republik Soviet Tadzhikistan, Republik Soviet Kazakestan, dan Republik Soviet Kirgistan.


Atas aksi ekspansionis tersebut, Turkistan negeri Islam tersebut kini benar-benar telah raib (musnah) dari peta dunia. Penjajah Rusia dan Cina telah memecah-belahnya menjadi negara-negara boneka yang kini termasuk bagian dari Republik Sosialis Unisoviet dan Republik Rakyat Cina, dua komunis terbesar di dunia.
Baca lebih lanjut

Kumpulan Tempat Wisata Bersejarah Islam di Indonesia

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Apa kabar sobat Muslim di Indonesia? Kita ketemu lagi dengan review tempat-tempat wisata indah dan menarik di Indonesia. Dalam artikel kali ini, kita akan membahas daftar tempat wisata peninggalan sejarah budaya yang bercorak agama Islam di Indonesia. Nusantara adalah negeri yang kaya keragaman budaya. Agama Islam hanyalah satu diantara beberapa agama yang tumbuh dan berkembang di Indonesia. Sejak lama Islam memberi pengaruh dalam berbagai segi kehidupan masyarakat Indonesia.

Masuknya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia membawa pengaruh, baik terhadap bentuk nilai, norma, adat istiadat maupun dalam bentuk hasil-hasil kebudayaan. Peninggalan-peninggalan sejarah bercorak Islam di Indonesi dapat kita lihat dalam berbagai bentuk. Bentuk peninggalan sejarah Islam antara lain tampak dalam seni bangunan, seni aksara dan seni rupa, seni sastra, serta tradisi dan upacara. Semuanya bisa kita saksikan di tempat-tempat wisata daerah setempat.

Secara umum, tempat wisata di Indonesia yang mendapat pengaruh agama Islam dibagi menjadi tiga, yaitu, masjid, keraton, serta nisan dan makam . Tiga jenis daya tarik wisata tersebut berhasil menyedot minat wisatawan, baik wisata religi agama Islam maupun wisata pendidikan. Oke, langsungs saja. Berikut ini daftar tempat wisata agama Islam di Indonesia.

Tempat wisata di semarang dan sekitarnya - Masjid demak

Tempat wisata di semarang dan sekitarnya – Masjid demak

Baca lebih lanjut